Friday, 28 October 2016

Rokok tidak hanya dapat mengganggu kesehatan jantung dan paru. Penis Anda juga bisa menjadi korbannya!

Banyak ibu rumah tangga yang mengeluh mengapa penis suaminya kurang keras. Hal ini menyebabkan hubungan seksual jadi kurang memuaskan. Salah satu hal yang menyebabkan penis kurang keras adalah merokok. Mengapa demikian?
Ereksi dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi
Ereksi pada pria terjadi karena adanya rangsangan seksual, baik yang berasal dari pancaindera maupun imajinasi. Saat rangsangan tersebut terjadi, otak akan mengolah rangsangan tersebut dan menimbulkan respons berupa pembesaran pembuluh darah penis. Selanjutnya, pembuluh darah dalam penis akan terisi oleh darah sehingga menyebabkan penis mengeras.
Beberapa faktor yang berperan agar penis dapat mengeras dengan maksimal adalah faktor psikologis, kebugaran tubuh secara umum, serta kesehatan sistem saraf, darah, jantung, dan pembuluh darah. Jika ada gangguan pada salah faktor tersebut, kemampuan pria untuk ereksi dengan maksimal akan terganggu. Hal ini sering disebut sebagai disfungsi ereksi.  
Dampak Merokok pada Kemampuan Ereksi
Berbagai penelitian di dunia telah membuktikan bahwa merokok dapat menyebabkan gangguan ereksi pada pria. Selanjutnya, para peneliti menelaah lebih dalam lagi untuk menemukan alasan mengapa merokok dapat menyebabkan disfungsi ereksi.
Christopher B. Harte, Ph.D., seorang peneliti dari Amerika Serikat, menyebutkan bahwa salah satu mekanisme yang menyebabkan penis pria perokok kurang keras—dibandingkan dengan penis pria yang tidak merokok –adalah karena pada perokok terjadi gangguan regulasi persarafan yang mengatur detak jantung. Hal ini menyebabkan pompa darah ke penis kurang maksimal saat terjadi rangsangan seksual, sehingga penis tidak mampu berereksi maksimal.
Selain itu, berbagai radikal bebas yang terdapat dalam rokok dapat menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah dalam tubuh –termasuk pembuluh darah pada penis. Hal ini membuat kemampuan pembuluh darah penis dalam menampung darah akan berkurang dan menyebabkan penis kurang keras.
Mari jaga kesehatan tubuh –salah satunya dengan berhenti merokok. Dengan demikian, selain dapatmenjaga kualitas hubungan seksual dengan pasangan, Anda pun dapat mencegah berbagai penyakit lain yang dapat disebabkan oleh rokok.
(RS/RH)

Hati-hati para ibu, Bahaya Minum Susu Berlebihan Pada Anak


Liputan6.com, Jakarta Meski susu memiliki banyak manfaat untuk anak-anak, namun jika dikonsumsi secara berlebihan, efeknya juga kurang baik.
Menurut dokter jaga HD anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. Cahyani, minum secara berlebihan justru akan membuat anak kekurangan gizi.
“Kalau dia banyak minum susu, dia jadinya tidak memakan sumber gizi lainnya yang diperoleh dari nasi, sayur, dan lauk pauk karena kekenyangan minum susu. Sehingga ia kekurangan zat besi dan zat gizi lainnya,” ujarnya pada Health-Liputan6.com di RSCM, Jumat (28/10/2016).
Selain itu, kata dia, anak juga tidak bisa belajar mengunyah makanan. "Kalau dia lagi belajar bicara, tapi dia hanya belajar menyedot, menghisap, menyusu saja, bisa saja bicaranya kurang jelas karena dia tidak belajar mengunyah. Jadi pastikan ia makan seperti orang normal lainnya, yaitu dengan sendok, dengan nasi, dengan lauk pauk. Jadi ia belajar mengunyah, belajar menggerakkan lidah,” ujarnya.
Sarannya, jumlah konsumsi susu yang tepat untuk dikonsumsi anak tidak lebih dari 500 ml. Jika orangtua ingin mengurangi kebiasaan anak minum susu berlebih, mereka bisa mengurangi jumlahnya secara perlahan-lahan, tidak drastis.
“Misalnya dia minum enam gelas susu sehari, coba pelan-pelan kurangi jadi 4 gelas dulu dan dilanjutkan besok dengan jumlah yang lebih sedikit. Karena mengurangi dengan drastis, itu tidak mudah. Dan ingat, isi makan dia nasi dulu, kalau dia masih lapar, baru ibu kasih susu,” ujar Cahyani.